Jumat, 28 Juni 2013

NERACA PEMBAYARAN DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA

1.      Neraca Pembayaran
            Neraca pembayaran adalah suatu catatan sistematik dari transaksi ekonomi seperti transaksi perdagangan, keuangan, dan moneter yang dilakukan oleh satu negara dengan negara lain dalam suatu periode atau tahun tertentu.[1] Neraca pembayaran terdiri dari dua bagian, yaitu neraca berjalan dan neraca modal.[2]
a.       neraca berjalan (current account)
      Neraca berjalan adalah neraca yang mencatat transaksi ekspor-impor barang (neraca perdagangan), ekspor-impor jasa (neraca jasa), dan pendapatan atau pun sumbangan yang diperoleh Negara.
b.      neraca modal  (capital account)
      Neraca modal terdiri dari aliran modal resmi dan investasi langsung dari luar negeri. Aliran modal resmi adalah transaksi ataupun pinjaman yang dilakukan oleh badan pemerintah negara lain sedangkan investasi langsung adalah penanaman modal langsung yang dilakukan oleh swasta dari luar negeri (foreign direct investmen). Berikut adalah contoh neraca pembayaran Indonesia:[3]
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA TAHUN 2011-2012
(dalam juta US$)

URAIAN
2011
2012
A.TRANSAKSI BERJALAN
1.      Ekspor-impor barang
a. ekspor
200.788
188.146
i.        non migas
162.721
152,575
ii.      migas
38.067
35.571
·         minyak
19.576
17.891
·         gas
18.491
17.680
b. impor
-166.005
-179.729
i. non migas
-127.288
-139.040
ii. migas
-38.717
-40.689
·         minyak
-37.102
-38.206
·         gas
-1.615
-2.483
Neraca Perdagangan
34.783
8.417
2.  Ekspor-impor jasa
-10.633
-10.769
a. ekspor
20.690
23.143
b. impor
-31.323
-33.912
Neraca Berjalan
24.15
-2.352
B. TRANSAKSI MODAL


1. Modal Pemerintah
33
37
2. Modal Swasta
17.440
21.101
a. penanaman modal langsung
19.241
19.853
b. investasi lainnya
-1.801
1.248
Neraca Modal
50.44
58.101
C. TOTAL A+B
74.59
55.749
D. SELISIH PERHITUNGAN
-3.395
-5.63
NERACA KESELURUHAN (C+D)
71.195
50.119

KETERANGAN:
  1. Transaksi berjalan
            Pada transaksi berjalan terdapat dua data yaitu data ekspor-impor barang dan ekspor-impor jasa. Pada ekspor-impor barang dibedakan atas dua jenis, yaitu ekspor-impor migas dan non-migas. Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada tahun 2011 yaitu sebesar US$ 34,7 milyar, namun turun pada tahun 2012 menjadi  US$ 8,4 milyar. Ekspor-impor jasa Indonesia mengalami defisit, yaitu pada tahun 2011 -US$ 10,6 milyar dan pada tahun 2012 sebesar -US$10,7 milyar. Neraca berjalan Indonesia masih mengalami surplus pada tahun 2011, yaitu US$ 24,1 milyar, namun mengalami defisit menjadi -US$ 2,3 milyar pada 2012.
  1. Transaksi modal
            Transaksi modal dibedakan menjadi dua yaitu aliran modal dari pemerintah dan dari swasta. Modal pemerintah pada tahun 2011 sebesar US$ 33 milyar meningkat menjadi US$37 milyar, sedangkan aliran modal bagi swasta juga mengalami sedikit peningkatan pada 2012 yaitu US$ 21,1 milyar. Dengan demikian neraca modal Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2012 menjadi US$ 58,1 milyar.



  1. Selisih perhitungan
Selisih perhitungan menunjukkan aliran modal yang tidak tercatat. Pada tahun 2011 aliran modal tidak tercatat defisit sebesar -US$ 3,3 milyar dan begitu pula pada tahun 2012 sebesar -US$ 5,6 milyar.
  1. Neraca Keseluruhan
Neraca keseluruhan merupakan neraca yang menunjukkan nilai traksaksi berjalan, transaksi modal, dan selisih perhitungan. Neraca keseluruhan Indonesia pada tahun 2011 surplus sebesar US$ 71,1 milyar, namun mengalami penurunan pada tahun 2012 menjadi US$ 50,1 milyar meskipun tetap mengalami surplus. Penurunan ini disebabkan pada tahun 2012 ekspor Indonesia menurun sedangkan impor Indonesia meningkat. Ini artinya barang impor yang masuk ke Indonesia semakin meningkat namun tidak diimbangi dengan eskpor Indonesia. Selain itu eskpor-impor jasa Indonesia juga mengalami defisit dari tahun 2011-2012 dan pada transaski modal tidak terjadi peningkatan yang signifikan. Untuk itu Indonesia harus lebih meningkatkan ekspor ke luar negeri. Pemerintah juga harus mengurangi pinjaman luar negeri dan meningkatkan investasi asing dan swasta agar masuk ke Indonesia untuk meningkatkan transaksi modal.

2.      Neraca Perdagangan
            Neraca perdagangan adalah suatu catatan sistematik tentang nilai ekspor dan impor yang dilakukan oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu.[4] Neraca perdagangan secara sederhana merupakan selisih nilai antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan. Jika ekspor lebih tinggi dari impor yang terjadi adalah surplus neraca perdagangan. Jika nilai ekspor dan impor sama maka neraca perdagangan tersebut balance/seimbang.
Berikut adalah contoh neraca perdagangan Indonesia:[5]


NERACA PERDAGANGAN INDONESIA TAHUN 2011-2012
(dalam milyar US$)

NO
URAIAN
2011
2012
1.
Ekspor
203.496,6
190.031,8

Migas
41.477,0
36.977,2

Non Migas
162.019,6
153.054,6
2.
Impor
177.435,6
191.691,0

Migas
40.701,5
42.564,3

Non Migas
136.734,0
149.126,7
3.
JUMLAH
380.932,2
381.722,8

Migas
82.178,6
79.541,5

Non Migas
298.753,6
302.181,3
4
NERACA
26.061,1
-1.659,2

Migas
775,5
-5.587,0

Non Migas
25.285,5
3.927,8

KETERANGAN:
a.       Ekspor
Ekspor adalah aktivitas penjualan barang ke luar negeri yang dilakukan Indonesia. Ekspor Indonesia dibedakan menjadi dua, yaitu sektor migas dan non migas. Nilai ekspor Indonesia pada 2011 tercatat sebesar US$ 203,4 milyar dan pada 2012 turun menjadi US$ 190 milyar. Penurunan nilai ekspor ini terjadi pada kedua sektor. Pada sektor migas pada 2011 tercatat ekspor sebesar US$ 41,4 milyar dan menurun pada 2012 menjadi US$ 36,9 milyar. Pada sektor non-migas ekspor pada tahun 2011 tercatat sebesar US$ 162 milyar dan menurun pada tahun 2012 sebesar US$ 153 milyar.
b.      Impor
Impor merupakan aktivitas pembelian barang yang dilakukan Indonesia dari luar negeri. Impor Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu impor migas dan non-migas. Impor Indonesia terlihat mengalami peningkatan. Pada tahun 2011 impor Indonesia adalah US$ 177,4 milyar dan naik menjadi US$ 191,7 milyar pada 2012. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya impor dari sektor migas dan non migas. Pada tahun 2011 impor migas tercatat sebesar US$ 40,7 milyar dan naik menjadi US$ 42,6 milyar pada 2012. Sedangkan impor non migas pada 2011 tercatat sebesar US$ 136,7 milyar dan naik menjadi US$ 149,1 milyar.  
c.       Jumlah
Pada bagian ini tercatat jumlah keseluruhan dari ekspor dan impor yang dilakukan oleh Indonesia. Total ekspor-impor Indonesia pada tahun 2011 adalah sebesar US$ 380,9 milyar sedangkan pada tahun 2012 meningkat menjadi US$ 381,7. Total ekspor-impor migas Indonesia sebenarnya mengalami penurunan, yaitu US$ 82,1 milyar pada tahun 2011 menjadi US$ 79,5 milyar pada 2012. Sedangkan total ekspor-impor Indonesia pada sektor non migas justru mengalami peningkatan, yaitu US$ 298,8 milyar dan meningkat menjadi US$ 302,1 milyar.
d.      Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan merupakan neraca yang menunjukkan selisih nilai antara ekspor dengan impor. Pada tahun 2011 Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 26 milyar, namun defisit pada tahun 2012 sebesar -US$ 1,7 milyar. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan nilai ekspor migas dan non migas Indonesia. Pada tahun 2011 neraca perdagangan Indonesia pada sektor migas menunjukkan nilai US$ 775,5 milyar sedangkan pada 2012 neraca perdagangan sektor migas defisit sebesar -US$ 5,6 milyar. Sementara itu pada sektor non migas juga mengalami penurunan. Pada tahun 2011 neraca perdagangan sektor non migas Indonesia adalah US$ 22,2 milyar sedangkan pada 2012 turun drastis menjadi US$ 3,9 milyar.
Dari neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2011-2012 terlihat sangat jelas bahwa Indonesia mengalami penurunan ekspor sementara nilai impor semakin meningkat. Perbedaan angka pada neraca perdagangan antara tahun 2011 dengan 2012 menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Untuk itu pemerintah Indonesia harus segera mengupayakan agar ekspor Indonesia dapat meningkat dan mengurangi barang impor yang masuk ke Indonesia agar neraca perdagangan tersebut tidak lagi defisit.




DAFTAR PUSTAKA

Buku
Amalia, Lia. 2007. Ekonomi Internasional. Yogyakarta: Graha Ilmu
Sukirno, Sadono. 2011. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Internet                                                         
Kementrian Perdagangan Indonesia. Neraca Perdagangan Indonesia.(http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/indonesia-export-import/indonesia-trade-balance ) diakses 20 Mei 2013 jam 16:54

Bank Indonesia Official Website. Laporan Neraca Pembayaran Indonesia Realisasi Triwulan IV-2012  (http://www.bi.go.id) diakses 19 Mei jam 19:22



[1] Sadono, Sukirno. 2011. Makroekonomi Teori Pengantar. Hal 390
[2] Lia Amalia. 2007. Ekonomi Internasional. Hal 100-101
[3] Sumber data : Laporan Neraca Pembayaran Indonesia Realisasi Triwulan IV-2012  (http://www.bi.go.id)

[4] Sadono, Sukirno. 2011. Makroekonomi Teori Pengantar. Hal 414
[5] Sumber : Badan Pusat Statistik dan diolah oleh Kementrian Perdagangan Indonesia (http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/indonesia-export-import/indonesia-trade-balance)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar